Tampilkan postingan dengan label budidaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budidaya. Tampilkan semua postingan
Kamis, 30 Januari 2014
Cara Menanam dalam Budidaya Buah Semangka

Pemilihan Tanah
Untuk lebih memaksimalkan dalam membudidayakan semangka sebaiknya pilih tanah yang cocok untuk pertumbuhan tanaman semangka ini. Tanah yang baik untuk menanam semangka harus memiliki keasaman tanah pH 5,5-6,5. Tetapi tanaman ini masih bisa tumbuh di bawah pH 5, sehingga tanaman ini dapat tumbuh dilahan gambut.
Tanah yang dipilih untuk penanaman harus yang cukup gembur dan kaya bahan organic, apabila kita sudah dapat menentukan lahan yang akan ditanam, kemudian tanah diolah, seperti biasa halnya sebelum menanam tanaman kita harus membersihkan lahan yang akan diolah kemudian lahan dibajak atau dicangkul.
Setelah dicangkul dengan halus, langkah selanjutnya membuat bedengan dengan panajang 12-15 m, lebar 1,5-2 m atau sekitar 3-4 m. setelah bedengan siap kemudian buat lubang tanam dengan ukuran 40 x 40 x 30 cm. jarak tanamnya didalam baris sekitar 1,2-1,5 m. setelah itu, lubang tanam diberi pupuk dasar yang terdiri dari 4 kg pupuk kandaang, 28 gram pupuk DS, 22 gram pupuk ZK, dan 15 gram pupuk ZA.
Cara Pembibitan
Penanaman semangka dilakukan dengan menggunakan biji (benih). Sebelum menjadi bibit yang siap ditanam, benih disemai terlebih dahulu dalam pot plastic atau polybag dengan media tanah dan pupuk kandang yang steril.
Cara penyemaian benih yaitu, pertama bibit biji semangka direnggakan supaya mempermudah proses pertumbuhan, tahap selanjutnya rendam benih biji semangka dalam 1 liter air dengan campuran 1 sendok the hormone (Atronik, Menedael, Abitonik), 1 sendok feres fungisida (obat anti jamur), 0,5 sendok the peres bakterisida. Setelah direndam 10-30 menit, diangkat dan ditiriskan sampai air tidak mengalir lagi dan bibit siap dikecambahkan.
Kantong-kantong pesemaian diletakan berderet agar terkena sinar matahari. Lakukan pemupukan dilakukan lewat daun supaya cepat berkembang dan pupuk di campur obat. Lakukan pemupukan 3 kali sekali.
Setelah bibit memiliki daun 2 lembar atau berumur empat minggu, maka bibit sudah siap ditanam di lahan terbuka atau kebun dengan jarak tanam antar bibit 1 m.
Cara Penanaman
Penentuan pola tanam pada tanaman semangka dilakukan dengan pola monokultur. Pembuatan pembuatan lubang tanam penanaman bibit semangka pada lahan lapangan, setelah persemaian berumur 14 hari dan telah tumbuh 2 helai daun.
Sambil menunggu bibit cukup besar, dilakukan pelubangan pada lahan dengan kedalaman 8-10 cm. persiapan pelubangan lahan tersebut dilakukan 1 minggu sebelum bibit dipindahkan ke darat. Berjarak 20-30 cm daritepi bedengan dengan jarak antar lubang sekitar 80-100 cm atau tergantung tebal atau tipisnya bedengan. Setelah dilakukan pelubangan, lahan selanjutnya digenangi air sekitar tinggi bedengan, dan dibiarkan sampai air meresap.
Sebelum bibit batang ditanam, lakukan terlebih dahulu perendaman, agar mudah melepaskan polybag yang dipakai. Langkah imunisasi dilakukan dengan cara merendam selama 5-10 menit dan disertai campuran larutan obat-obatan.
Cara Pemeliharaan Tanaman
Dalam proses pemeliharaan tanaman ada beberapa tahapan pemeliharaan yang umum diberikan, diantaranya proses penyiraman, penyiangan, pembubunan, penjarangan dan penyulaman, dan terakhir pemupukan.
Penyiraman pada tanaman yang baru ditanam dilahan terbuka atau kebun sangat penting, apabila penyiraman melalui saluran-saluran bedengan maka air harus dijaga jangan sampai meluap menggenangi permukaan bedengan.
Penyiangan yang dilakukan pada tanaman semangka harus hati-hati karena, jangan sampai batang primer dan sekunder terpotomg atau rusak. Proses penyiangan ini bisa dilakukan antara 3-4 kali selama masa tanam.
Setelah beberapa hari penanaman selanjutnya dilakukan pembubunan. Pembubunan yaitu proses membubun tanah agar akar menyerap makanan secara maksimal dan diikuti dengan proses perempelan, yaitu proses penyortiran tunas-tunas muda untuk dibuang yang tidak berguna dan akan menghambat pertumbuhan tanaman semangka.
Penjarangan dan penyulaman pada tanaman semangka dilakukan setelah berumur 3-5 hari, apabila tanamann yang telat pertumbuhannya dan akan menyebabkan kematian maka segera ganti tanaman tersebbut dengan bibit baru. Dan lakukan penjarangan dengan menyisakan 2-3 tanaman saja.
Pemupukan yang diberikan pada tanaman semangka yang cukup pesat pertumbuhannya, sebaiknya diberikan pupuk P dan K serta 1/3 bagian pupuk N diberikan untuyk pupuk dasar. Campuran pupuk P dan K diberikan dalam lubang tanam (sedalam 5-8 cm) sejauh 5-8 cm dari biji. Jika menggunakan pupuk DS dan ZK, maka setiap lubangnya hanya diberikan 28 gram pupuk DS dan 22 gram pupuk ZK.
Pemberian pupuk N sebaiknya diberikan sebanyak tiga kali. Apabila pupuk N yang diberikan berupa pupuk ZA (sejumlah 45 gram/tanaman), maka berilah pupuk sebanyak 15 gram/tanaman.
Pemberian pupuk pertama diberika pada saat tanaman mulai ditanam, pemberian pupuk kedua diberikan pada tanaman sudah setinggi 1 m, sedangkan pemberian pupuk ketiga setelah tanaman sudah berbuah sebesar telur ayam.
Pembuahan
Para petani di negara Jepang biasanya hanya memelihara satu buah saja buah saja pada setiap cabangnya. Jadi, dari setiap pohonnya hanya akan diperoleh 3-4 buah saja. Pembuahannya diatur pada ketiak daun yang sama, kira-kira 1,5 m dari lubang tanam.
Apabila tanama sudah mngeluarkan buah maka segera beri alsa jerami kering, alas jerima ini untuk menghindari percikan air hujan, sebab air hujan akan mengakibatkan kebusukan pada buah apabila terkena langsung pada badan buah. Untuk ukuran yang baik setiap hektar dapat menghasilkan buah sebanyak 8-10 ton.
Sumber :
http://bestbudidayatanaman.blogspot.com/2013/02/budidaya-semangka-dan-cara-menanamnya.html
Selasa, 22 Oktober 2013
Tips Trik Jitu Budidaya Jangkrik
Jangkrik atau liogryllus bimaculatus mempunyai banyak kegunaan dan salah satunya adalah sebagai sumber pakan bagi ikan hias. Selain dapat diperoleh dari alam, jangkrik juga dapat diternakkan. Hal pertama yang harus diperhatikan dalam budidaya jangkrik adalah mempersiapkan sangkarnya.
Beberapa faktor yang harus diketahui oleh para calon pembudidaya jangkrik adalah bahan dasar untuk membuat sangkar jangkrik adalah kayu sengon atau triplek tebal.
Ukuran (p x l x t) sangkar bervariasi, tergantung oleh skala produksi yang akan dilakukan, misalnya 80 x 120 x 40 atau 90 x 180 x 40 dan sangkar dibentuk menjadi persegi panjang.
Catatan lainnya :
1. Bagian atas kotak dibuat terbuka, dengan mempertimbangkan bahwa fungsional atap diambil alih oleh kotak kedua (fungsi utama sebagai tempat perawatan induk pra bertelur).
2. Kotak atas diberi penutup berupa papan kayu atau tripleks tipis agar pada malam harinya jangkrik tidak melarikan diri.
3. Sangkar diletakkan ditempat yang teduh untuk menjaga kelembaban udara.
4. Untuk melindungi jangkrik dari serangan semut, pada kaki – kaki sangkar dialasi dengan mangkok yang berisikan air.
A. PENGADAAN INDUKAN
Induk jangkrik diperoleh dengan cara menangkap dari alam. Persyaratan umum dalam memilih calon indukan :
1. Induk berusia kurang lebih 60 – 70 hari.
2. Mempunyai panjang tubuh 3 cm.
3. Antena (sungut) harus dalam kondisi tidak putus.
Induk jantan :
1. Tekstur sayapnya kasar.
2. Berwarna gelap kehitaman.
Induk betina :
1. Bulunya halus.
2. Berwarna coklat muda.
3. Mempunyai ekor jarum yang runcing.
B. PROSES PERKAWINAN
Perbandingan jumlah antara induk jantan dengan induk betina yang akan dikawinkan adalah 1 jantan : 10 betina.
1. 1 ekor induk betina bisa menghasilkan 300 – 500 telur.
2. Dalam usahanya untuk menarik perhatian induk betina, induk jantan akan menggesek – gesekkan sayapnya hingga menimbulkan bunyi yang nyaring.
3. Jika keduanya sudah saling tertarik, maka proses perkawinan akan terjadi dengan posisi induk betina berada diatas induk jantan.
4. Untuk mempercepat terjadinya proses perkawinan, proses perkawinan dilakukan di kandang yang untuk setiap sisinya telah dilapisi dengan tanah lempung.
5. Ciri – ciri induk betina yang sudah siap bertelur adalah bentuk perutnya membesar dan berjalan dengan lambat.
6. Telur jangkrik mempunyai bentuk yang bulat memanjang dan berwarna putih kecoklatan.
7. Induk betina yang sudah akan bertelur segera dipindahkan ke dalam ruang bertelur yang sudah dilapisi dengan plastik dan dialasi dengan pasir.
8. Pemanenan terhadap telur dapat dilakukan 4 hari sekali dimana induk betina yang sudah bertelur harus segera dipindahkan ke sangkarnya kembali.
C. PASCA PANEN TELUR
Telur harus dijaga kelembabannya dengan cara diselimuti dengan kain halus. Selain itu, telur harus diletakkan ke dalam sebuah ruangan yang bersuhu kamar selam kurang lebih 2 hari.
Telur dapat dimasukkan ke dalam ruang inkubator yang berwujud stoples setelah telur menjadi kering. Selama berada didalam ruang inkubator, telur jangkrik harus dirawat dengan cara dibolak – balikkan dan disemprot dengan air.
Untuk mempercepat proses penetasan telur jangkrik, ruang inkubasi harus diletakkan didalam ruangan yang dekat dengan cahaya. Dalam kurun waktu 10 hari setelah telur diinkubasi, telur akan menetas secara serempak. Untuk itu, sebelum telur – telurnya menetas, telur jangkrik harus dipindahkan ke dalam ruang pembesaran.
Sumber : http://www.infoagrobisnis.com/2009/06/tips-jitu-budidaya-jangkrik.html
Langganan:
Postingan (Atom)